Skip to main content

Kalimantan Selatan Daftar isiSejarahGeografiDemografiPemerintahanPendidikanPerekonomianPariwisataSeni dan BudayaGedung dan BangunanRujukanPranala luarReferensiMenu navigasiwww.kalselprov.go.idDivisi IVUniversitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM)Situs resmi pemerintah provinsiPeta Kalimantan SelatanSejarah BanjarPeraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2007Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2006Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2005BUKU PROFIL PENATAAN RUANG PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 2003Perda n0.9 tahun 2000 Korem 101/Antasari Profil Demografi KalselProfil Ekonomi KalselProfil Wisata KalselEkonomi Regional KalselStatistik Regional Kalsel"Provinsin Kalimantan Selatan Dalam Angka 2016""Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Angka 2016"Luas Wilayah Kalimantan Selatan menurut BPS"Sensus Penduduk 2010"Struktur bahasa Barangas"Jumlah Tempat Ibadah Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2009""Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia"Silsilah Muhammad YamaniDaftar Anggota DPRD Provinsi Kalsel 2014-2019 TerpilihKeadaan Ketenagakerjaan Kalimantan Selatan Februari 2012Provinsi Kalimantan Selatan - EkonomiUsaha Manufaktur Kalsel Naik 4,66 PersenLaju Pertumbuhan Industri Tahun 2009-2010PerbankanDaerah Wisata Potensial Kalimantan Selatansss3°29′04″S 114°50′02″E / 3.48453156796°S 114.833782951°E / -3.48453156796; 114.833782951

BalanganBanjarBarito KualaHulu Sungai SelatanHulu Sungai TengahHulu Sungai UtaraKotabaruTabalongTanah BumbuTanah LautTapinPulau LautPulau SebukuPulau DatuPulau Lari-LarianPulau KembangPulau TatasBanjarDayakKutaiAcehSumatera UtaraSumatera BaratBengkuluRiauKepulauan RiauJambiSumatera SelatanLampungKepulauan Bangka BelitungKalimantan BaratKalimantan TengahKalimantan SelatanKalimantan TimurKalimantan UtaraSulawesi BaratSulawesi UtaraSulawesi TengahSulawesi SelatanSulawesi TenggaraGorontaloPapua BaratPapua


Kalimantan SelatanProvinsi di Indonesia


provinsiIndonesiaKalimantanBanjarmasinkabupatenkotaprovinsi KalimantanKerajaan Negara DipaKerajaan Negara DahaKesultanan BanjarGubernur Ir. Pangeran Muhammad NoorAngkatan Laut Republik Indonesia (ALRI)Divisi IVPerjanjian LinggarjatiproklamasiHasan Basry17 Mei1949Dewan BanjarBelandaBanjarBanjar KualaBanjar PahuluanBanjar Batang BanyuJawabahasa ibulingua francaBahasa BanjardialekPegunungan MeratusBahasa Bukitbahasa Melayikbahasa Baritosuku Dayakbahasa Baritosungai Baritobahasa Dayak Bakumpaibahasa Dayak Barangasbahasa Dayak NgajuGereja Kalimantan EvangelisKota BanjarmasinIslamKristen ProtestanKatolikHinduBuddhaKhonghucuKaharingangubernurpemerintah daerahUndang-undangPeraturan pemerintahProvinsi KalimantanDPRDPemilihan Umum Legislatif 2014Rumah BanjarBubungan TinggiHulu Sungai SelatanBarabaiAmuntaiBinuang









(function()var node=document.getElementById("mw-dismissablenotice-anonplace");if(node)node.outerHTML="u003Cdiv class="mw-dismissable-notice"u003Eu003Cdiv class="mw-dismissable-notice-close"u003E[u003Ca tabindex="0" role="button"u003Etutupu003C/au003E]u003C/divu003Eu003Cdiv class="mw-dismissable-notice-body"u003Eu003Cdiv id="localNotice" lang="id" dir="ltr"u003Eu003C/divu003Eu003C/divu003Eu003C/divu003E";());



Kalimantan Selatan


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Loncat ke navigasi
Loncat ke pencarian




















































Kalimantan Selatan
کاليمانتان سلاتن‎





Bendera
Bendera
Lambang
Lambang
Kalimantan Selatan.jpg
Dari kiri ke kanan: Taman Cahaya Bumi Selamat Martapura, Pasar Terapung Banjarmasin, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Rumah Banjar, Jembatan Barito dan Bamboo Rafting Loksado

Julukan: Bumi Lambung Mangkurat

Semboyan:
Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing
حرام ماڽرح واج سمڤاي كاڤوتيڠ
(Bahasa Banjar: Tetap bersemangat dan kuat seperti baja dari awal sampai akhir)
Locator kalsel final.png
Hari jadi
14 Agustus 1950
Ibu kotaBanjarmasin
Area
 - Total luas37.530,52 km2[1] km2

Populasi
 - Total3.920.393[2] (2015)

Pemerintahan
 - Gubernur
Sahbirin Noor
 - Wagub
Rudy Resnawan
 - Ketua DPRD
Noormiliyani A. Sulaiman
 - SekdaArsyadi
 - Kabupaten
11
 - Kota
2
 - Kecamatan
152
 - Kelurahan
2.007

APBD
 - DAU
Rp. 1.063.511.441.000.-

Demografi
 - Etnis

Banjar (74,34%)
Jawa (14,51%)
Bugis (2,81%)
Dayak (2,23%)
Madura (1,47%)
Mandar (1,10%)
Sunda (0,68%)
Tionghoa (0,36%)
Batak (0,34%)
Bali (0,33%)
Lain-lain (1,82%) [3]
 - Agama

Islam 96.23%
Hindu 1.61%
Kristen Protestan 1.26%
Katolik 0.57%
Buddha 0.33%[4]
 - Bahasa

Bahasa Banjar (bjn), Bahasa Indonesia (id)

Lagu daerah
Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai
Rumah tradisionalRumah Bubungan Tinggi
Senjata tradisionalKeris
Situs webwww.kalselprov.go.id

Kalimantan Selatan (disingkat Kalsel) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibu kotanya adalah Banjarmasin. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki luas 37.530,52 km²[5] dengan populasi hampir 3,7 juta jiwa.


Provinsi ini mempunyai 11 kabupaten dan 2 kota.
DPRD Kalimantan Selatan dengan surat keputusan No. 2 Tahun 1989 tanggal 31 Mei 1989 menetapkan 14 Agustus 1950 sebagai Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan. Tanggal 14 Agustus 1950 melalui Peraturan Pemerintah RIS No. 21 Tahun 1950, merupakan tanggal dibentuknya provinsi Kalimantan, setelah pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS), dengan gubernur Dokter Moerjani. Secara historis wilayah Kalimantan Selatan mula-mula dibentuk merupakan wilayah Karesidenan Kalimantan Selatan di dalam Propinsi Kalimantan itu sendiri.


Penduduk Kalimantan Selatan berjumlah 3.626.616 jiwa (2010).[6]




Daftar isi





  • 1 Sejarah

    • 1.1 ALRI Divisi IV (A)


    • 1.2 Pembentukan Provinsi Kalsel



  • 2 Geografi

    • 2.1 Keanekaragaman hayati


    • 2.2 Sumber Daya Alam



  • 3 Demografi

    • 3.1 Suku bangsa


    • 3.2 Bahasa


    • 3.3 Agama



  • 4 Pemerintahan

    • 4.1 Daftar Kabupaten dan Kota


    • 4.2 Daftar gubernur


    • 4.3 Dewan Perwakilan



  • 5 Pendidikan

    • 5.1 Perguruan Tinggi

      • 5.1.1 Perguruan Tinggi Negeri (PTN)

        • 5.1.1.1 Kota Banjarmasin dan Banjarbaru


        • 5.1.1.2 Kabupaten Tanah Laut




    • 5.2 Perguruan Tinggi Swasta (PTS)

      • 5.2.1 Kota Banjarmasin dan Banjarbaru


      • 5.2.2 Kabupaten Banjar


      • 5.2.3 Kabupaten Tanah Bumbu


      • 5.2.4 Kabupaten Tapin


      • 5.2.5 Kabupaten Kotabaru


      • 5.2.6 Kabupaten Hulu Sungai Tengah



    • 5.3 Pesantren



  • 6 Perekonomian

    • 6.1 Tenaga kerja


    • 6.2 Pertanian & Perkebunan


    • 6.3 Industri


    • 6.4 Pertambangan


    • 6.5 Keuangan & Perbankan



  • 7 Pariwisata

    • 7.1 Olahraga


    • 7.2 Musik


    • 7.3 Tarian tradisional


    • 7.4 Rumah Adat


    • 7.5 Makanan dan Minuman



  • 8 Seni dan Budaya

    • 8.1 Seni Karawitan


    • 8.2 Teater tradisional dan wayang


    • 8.3 Tarian

      • 8.3.1 Tarian suku Banjar


      • 8.3.2 Tarian suku Dayak Bukit



    • 8.4 Lagu


    • 8.5 Rumah Adat


    • 8.6 Pakaian Adat

      • 8.6.1 Pakaian Pengantin Suku Banjar


      • 8.6.2 Pakaian Pemuda-pemudi




  • 9 Gedung dan Bangunan

    • 9.1 Tempat Ibadah

      • 9.1.1 Islam


      • 9.1.2 Kristen Protestan


      • 9.1.3 Kristen Katolik


      • 9.1.4 Hindu


      • 9.1.5 Budha


      • 9.1.6 Konghucu


      • 9.1.7 Rumah Sakit


      • 9.1.8 Hotel




  • 10 Rujukan


  • 11 Pranala luar


  • 12 Referensi



Sejarah





Perangko Republik Indonesia (2010).


Kawasan Kalimantan Selatan pada masa lalu merupakan bagian dari 3 kerajaan besar yang pernah secara berturut-turut memiliki wilayah di daerah ini, yakni Kerajaan Negara Dipa, diteruskan oleh Kerajaan Negara Daha dan diteruskan oleh Kesultanan Banjar. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Kalimantan dijadikan provinsi tersendiri dengan gubernur pertama Gubernur Ir. Pangeran Muhammad Noor yang menjabat sampai dibuatnya Perjanjian Linggarjati.



ALRI Divisi IV (A)




Provinsi Borneo saat masa awal kemerdekaan, tahun 1945.



Sejarah pemerintahan di Kalimantan Selatan juga diwarnai dengan terbentuknya organisasi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Divisi IV di Mojokerto, Jawa Timur yang mempersatukan kekuatan dan pejuang asal Kalimantan yang berada di Jawa. Dengan ditandatanganinya Perjanjian Linggarjati menyebabkan Kalimantan terpisah dari Republik Indonesia. Dalam keadaan ini pemimpin ALRI IV mengambil langkah untuk kedaulatan Kalimantan sebagai bagian wilayah Indonesia, melalui suatu proklamasi yang ditandatangani oleh Gubernur ALRI Hasan Basry di Kandangan 17 Mei 1949 yang isinya menyatakan bahwa rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan memaklumkan berdirinya pemerintahan Gubernur tentara ALRI yang melingkupi seluruh wilayah Kalimantan Selatan (dan tengah). Wilayah itu dinyatakan sebagai bagian dari wilayah RI sesuai Proklamasi kemerdekaaan 17 Agustus 1945. Upaya yang dilakukan dianggap sebagai upaya tandingan atas dibentuknya Dewan Banjar oleh Belanda"


Pembentukan Provinsi Kalsel


Menyusul kembalinya Indonesia ke bentuk negara kesatuan kehidupan pemerintahan di daerah juga mengalamai penataaan. Provinsi Kalimantan pada masa itu terdiri atas 3 (tiga) karesidenan yaitu Karesidenan Kalimantan Barat, Karesidenan Kalimantan Selatan dan Karesidenan Kalimantan Timur. Provinsi Kalimantan, kemudian dipecah menjadi 3 provinsi, masing-masing Kalimantan Barat, Timur dan Selatan yang dituangkan dalam UU No.25 Tahun 1956. Berdasarkan UU No.21 Tahun 1957, sebagian besar daerah sebelah barat dan utara wilayah Kalimantan Selatan dijadikan Provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan UU No.27 Tahun 1959 memisahkan bagian utara dari daerah Kabupaten Kotabaru dan memasukkan wilayah itu ke dalam kekuasaan Provinsi Kalimantan Timur. Sejak saat itu Provinsi Kalimantan Selatan tidak lagi mengalami perubahan wilayah, dan tetap seperti adanya. Adapun UU No.25 Tahun 1956 yang merupakan dasar pembentukan Provinsi Kalimantan Selatan kemudian diperbaharui dengan UU No.10 Tahun 1957 dan UU No.27 Tahun 1959.


Geografi


Secara geografis, Kalimantan Selatan berada di bagian tenggara pulau Kalimantan, memiliki kawasan dataran rendah di bagian barat dan pantai timur, serta dataran tinggi yang dibentuk oleh Pegunungan Meratus di tengah.


Keanekaragaman hayati


Kalimantan Selatan terdiri atas dua ciri geografi utama, yakni dataran rendah dan dataran tinggi. Kawasan dataran rendah kebanyakan berupa lahan gambut hingga rawa-rawa sehingga kaya akan sumber keanekaragaman hayati satwa air tawar. Kawasan dataran tinggi sebagian masih merupakan hutan tropis alami dan dilindungi oleh pemerintah.


Sumber Daya Alam


Kehutanan: Hutan Tetap (139.315 ha), Hutan Produksi (1.325.024 ha), Hutan Lindung (139.315 ha), Hutan Konvensi (348.919 ha)
Perkebunan: Perkebunan Negara (229.541 ha)
Bahan Galian: batu bara, minyak, pasir kwarsa, biji besi, dll[7]


Demografi


Suku bangsa



Mayoritas penduduk Kalimantan Selatan adalah etnis Banjar (74,34%) yang terdiri atas 3 kelompok, yaitu Banjar Kuala, Banjar Pahuluan dan Banjar Batang Banyu. Etnis terbesar kedua yaitu etnis Jawa (14,51%) yang menempati kawasan transmigrasi.



































































Komposisi Suku bangsa di Kalimantan Selatan (Sensus 2010)[8]
Peringkat
Suku Bangsa
Jumlah (2010) [3]Persentase (2010)
Keterangan
1

Banjar
2.686.627
74,34%
Etnis mayoritas dan penduduk asli Kalimantan Selatan yang terdiri atas 3 kelompok, yaitu Banjar Kuala (mendiami kawasan Banjar Bakula atau hilir sungai Barito dan anak-anak sungainya), Banjar Pahuluan (mendiami kawasan hulu Banua Anam atau aliran-aliran sungai yang berhulu di Pegunungan Meratus) dan Banjar Batang Banyu (mendiami kawasan hilir Banua Anam pada aliran sungai Nagara).
2

Jawa
524.276
14,51%
Etnis terbesar kedua di Kalsel dan memiliki kantong-kantong permukiman di kawasan transmigrasi dan Kota Banjarbaru. Awal mula kedatangan etnis Jawa secara menetap mengikuti program kolonisasi atau transmigrasi pada masa kolonial Hindia Belanda yang untuk pertama kalinya lahan gambut dibuka di Hinda Belanda untuk transmigrasi pada sekitar tahun 1930-an di wilayah Purwosari, Tamban, Barito Kuala. Mereka disebut orang Jawa Tamban. Kedatangan transmigran Jawa semakin masif dan intensif pada masa Orde Baru.
3

Bugis
101.727
2,81%
Etnis terbesar ketiga di Kalsel dan mendiami pesisir Tanah Bumbu dan Kotabaru. Kedatangan etnis Bugis dari Sulawesi Selatan secara menetap di bawah pimpinan Puanna Dekke, mereka ditempatkan oleh Sultan Banjar Panembahan Batuah di kawasan Pagatan disebut Bugis Pagatan dan secara umum suku Bugis di Kalimantan disebut Ugi Banjara (Bugis Banjar).
4

Dayak
80.708
2,23%
Menempati kawasan Pegunungan Meratus dan aliran Sungai Barito menuju Kalimantan Tengah.
5

Madura
53.002
1,47%
Awal mula kedatangan suku Madura secara menetap mengikuti program kolonisasi atau transmigarsi pada masa kolonial Hindia Belanda. Semula mereka akan diperkerjakan untuk pabrik gula di Jember, namun karena pabrik gagal dibangun mereka akhirnya mengikuti program kolonisasi dan ditempatkan di kawasan yang diberi nama Madurejo. Mereka disebut orang Madura Madurejo. Sejak tahun 1970-an orang Madura mulai datang ke Banjarmasin dan mendiami beberapa kantong pemukiman yaitu Kampung Gadang, Kelayan dan Pekapuran.
6

Mandar
39.841
1,10%
Kedatangan suku Mandar dari Sulawesi Barat sudah sejak masa Kesultanan Banjar terutama menempati bagian selatan pulau Laut.
7

Sunda
24.592
0,68%
Kedatangan Suku Sunda dari Jawa Barat pada masa Orde Baru dan memiliki kantong-kantong permukiman di kawasan transmigrasi diantaranya desa Hegar Manah.
8

Tionghoa
13.000
0,36%
Kedatangan Tionghoa dari Tiongkok sudah sejak masa Kesultanan Banjar. Salah satu kelompok komunitas ini adalah Orang Cina Parit yang didatangkan oleh Alexander Hare di daerah konsesi Maluka (Tanah Laut).
9

Batak
12.408
0,34%
Kedatangan suku Batak dari Sumatera Utara sejak masa Orde Lama.
10

Bali
11.966
0,33%
Kedatangan Suku Bali secara menetap dari pulau Bali pada masa Orde Baru dan memiliki kantong-kantong permukiman di kawasan transmigrasi seperti Berambai dan Sari Utama.

Suku-suku lainnya
65.845
1,82%
Suku-suku lainnya (1,83%) diantaranya suku Bajau 3 Rampa (Bangsamoro) yang datang dari [[Filipina] Selatan atau Banjar Kulan sudah sejak masa Kesultanan Banjar. Sedangkan kedatangan etnis Sasak/Bima dari NTB dan Flores/Adonara dari NTT di Kalsel pada masa Orde Baru dan menetap di wilayah-wilayah transmigrasi, namun jumlahnya hanya sedikit.

Total
3.613.992
100,00%

Bahasa



Bahasa yang digunakan dalam keseharian oleh suku Banjar sebagai bahasa ibu dan sebagai lingua franca bagi masyarakat Kalimantan Selatan umumnya adalah Bahasa Banjar yang memiliki dua dialek besar, yakni dialek Banjar Kuala[9] dan dialek Banjar Hulu[10]. Suku Dayak yang mendiami kawasan selatan Pegunungan Meratus menuturkan bahasa Dayak Meratus (d/h Bahasa Bukit)[11] Bahasa Banjar dan bahasa Bukit, keduanya merupakan bahasa Melayik.


Suku Dayak rumpun Dusmala (Dusun-Maanyan-Lawangan) yang menuturkan bahasa Barito Timur mendiami kawasan utara Pegunungan Meratus menuturkan bahasa Dayak Maanyan Warukin[12], bahasa Dayak Dusun Halong[13][14], bahasa Dayak Samihin (Dusun Tumbang)[15], bahasa Dayak Deah/Dusun Deyah[16], bahasa Dayak Lawangan[17] dan bahasa Dayak Abal.[18]


Sedangkan suku Dayak rumpun Biaju yang menuturkan bahasa Barito Barat mendiami aliran sungai Barito menuturkan bahasa ibu antara lain bahasa Dayak Bakumpai[19] dan bahasa Dayak Barangas[20][21]. Termasuk pula bahasa Dayak Ngaju, bahasa yang berasal dari Kalimantan Tengah digunakan sebagai bahasa liturgi di lingkungan sinode Gereja Kalimantan Evangelis (d/h Geredja Dajak Evangelis) yang berkantor pusat di Kota Banjarmasin.[22]


Agama





Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Tertua di Kalimantan Selatan yang memiliki bentuk arsitektur tradisional Banjar.




Makam Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, ulama fiqih asal Martapura.


Islam adalah agama mayoritas yang dianut sekitar 96% masyarakat Kalimantan Selatan. Selain itu ada juga penganut agama Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu serta Kaharingan yang dianut masyarakat di kawasan Pegunungan Meratus.
Berikut adalah data penduduk menurut agama yang dianut tahun 2010 dan penduduk menurut agama tahun 2015


dan tempat ibadah data 2010) dan tahun 
























































Penduduk menurut agama yang dianut[4]
Nomor
Agama
Jumlah (2015)
Konsentrasi
Jumlah (2010)
Konsentrasi
1

Islam
3.772.700
96.48%
3.505.000
96,67%
2

Kristen Protestan
39.277
1.00%
47.974
1,32%
3

Hindu
63.073
1.61%
16.064
0,44%
4

Katolik
22.234
0.56%
16.045
0,44%
5

Buddha
13.109
0.34%
11.675
0,32%
6

Khonghucu
300
0.01%
236
0,01%
6
Lainnya


28.776
0,79%

Total
3.910.393
100,00%
3.626.616
100,00%













































Tempat ibadah (2009)[23]
Nomor
Agama
Tempat Ibadah
Jumlah
1

Islam

Masjid
2.368

Musala/Langgar
7.038
Jumlah
9.406
2

Kristen

Gereja
86
Semi/Darurat
66
Jumlah
152
3

Katolik

Gereja
11

Kapel/Darurat
48
Jumlah
59
4

Hindu

Pura/Kuil
62
Sanggah/Balai
1.328
Jumlah
1.390
4

Buddha

Vihara/Cetya
21

Klenteng
3
Jumlah
24

Pemerintahan



Sejak tanggal 14 Agustus 2011, aktivitas pemerintahan Kalimantan Selatan berpindah dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru


Daftar Kabupaten dan Kota








Bangunan baru Kantor Gubernur Kalimantan Selatan dengan motif Rumah Banjar Bubungan Tinggi yang berada di kawasan Cempaka, Kota Banjarbaru.





Bangunan lama Kantor Gubernur Kalimantan Selatan dengan motif Rumah Bubungan Tinggi. Kawasan ini juga merupakan situs Kantor Governeur Borneo Hindia Belanda (th. 1938)/Kalimantan (th. 1950).


Provinsi Kalimantan Selatan dipimpin oleh seorang gubernur yang dipilih dalam pemilihan secara langsung bersama dengan wakilnya untuk masa jabatan 5 tahun. Gubernur selain sebagai pemerintah daerah juga berperan sebagai perwakilan atau perpanjangan tangan pemerintah pusat di wilayah provinsi yang kewenangannya diatur dalam Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2010.


Sementara hubungan pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota bukan subordinat, masing-masing pemerintahan daerah tersebut mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.














































































































































No.
Kabupaten/Kota
Pusat pemerintahan
Bupati/Wali Kota
Luas

Wilayah


(km2)[24]


Jumlah

Penduduk


(2017)[24]


Kecamatan
Kelurahan/

Desa


Logo

Peta

Lokasi


1Kabupaten BalanganParingin
Ansharuddin
1.878,30
125.28883/154
Lambang Kabupaten Balangan.png



2Kabupaten BanjarMartapura
Khalilurrahman
4.668,00
542.2042013/277
Lambangkabbanjar.jpg



3Kabupaten Barito KualaMarabahan
Noormiliyani
2.996,46
309.749176/195
Lambang Kabupaten Barito Kuala.png



4Kabupaten Hulu Sungai SelatanKandangan
Achmad Fikry
1.804,94
221.200114/144
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Selatan.png



5Kabupaten Hulu Sungai TengahBarabai
Ahmad Chairansyah (Plt.)
1.472,00
250.782118/161
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Tengah.png



6Kabupaten Hulu Sungai UtaraAmuntai
Abdul Wahid
892,70
221.557105/214
Lambang Kabupaten Hulu Sungai Utara.png



7Kabupaten KotabaruKotabaru
Sayed Jafar Alaydrus
9.482,73
318.853214/198
Lambang Kabupaten Kotabaru.png



8Kabupaten TabalongTanjung
Anang Syakhfiani
3.766,97
238.0001210/121
Lambang Kabupaten Tabalong.jpeg



9Kabupaten Tanah BumbuBatulicin
Sudian Noor
5.006,96
310.309105/144
Lambang Kabupaten Tanah Bumbu2.gif



10Kabupaten Tanah LautPelaihari
Sukamta
3.631,35
344.730115/130
Lambang Kabupaten Tanah Laut.svg



11Kabupaten TapinRantau
Arifin Arpan
2.700,82
178.841129/126
Lambang Kabupaten Tapin.png



12Kota Banjarbaru-
Nadjmi Adhani
371,00
221.735520/-
Lambang Kota Banjarbaru.png



13Kota Banjarmasin-
Ibnu Sina
72,00
647.003552/-
Lambang Kota Banjarmasin.gif





Daftar gubernur



Mulai dari 1945-1957 gubernur mengepalai Provinsi Kalimantan. Selanjutnya tahun 1957 provinsi Kalimantan diwarisi oleh Provinsi Kalimantan Selatan yang tetap beribukota di Banjarmasin.











































































































































No

Gubernur

Mulai jabatan

Akhir jabatan

Masa

Ket.

Wakil Gubernur
1



Syarkawi
1957
1959
1

2



Maksid
1959
1963
2





Abu Jahid Bastomi
(Penjabat Gubernur)

1963
1963


3



Aberani Sulaiman
1963
1968
3

4



Jamani
1968
1970
4
[25]
5



Subarjo Sosroroyo
1970
1980
5

6

6



Mistar Cokrokusumo
1980
1984
7

7

Muhammad Said.jpg


Muhammad Said
1984
1995

8

9


Gusti Hasan Aman
(1992–95)

8

Gusti Hasan Aman.jpg


Gusti Hasan Aman
1995
2000
10

Bachtiar Murad
9

SjachrielDarham.jpg


Sjachriel Darham
2000
Maret 2005
11

Husin Kasah


Acting Lampung Governor Tursandi Alwi.jpg


Tursandi Alwi
(Penjabat Gubernur)

Maret 2005
9 Agustus 2005



10

H Rudy Ariffin Gubernur Kalimantan Selatan.JPG


Rudy Ariffin
9 Agustus 2005
9 Agustus 2010
12


Rosehan Noor Bahri
9 Agustus 2010
9 Agustus 2015
13


Rudy Resnawan


Tarmizi abdul karim.JPG


Tarmizi Abdul Karim
(Penjabat Gubernur)

9 Agustus 2015
12 Februari 2016



11

Official South Kalimantan Governor Sahbirin Noor Potrait.png


Sahbirin Noor
12 Februari 2016

Petahana
14


Rudy Resnawan

Dewan Perwakilan



DPRD Kalimantan Selatan hasil Pemilihan Umum Legislatif 2014 berasal dari sepuluh partai politik.[26]


























Partai
Kursi

Lambang Partai Golkar Partai Golkar
13

Lambang PDI-P PDI-P
8

Lambang PPP PPP
7

Lambang PKB PKB
6

Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra
5

Lambang PKS PKS
4

Lambang Partai NasDem Partai NasDem
4

Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat
3

Lambang Partai Hanura Partai Hanura
2

Lambang PAN PAN
1

Total
55

Pendidikan




Rektorat Universitas Lambung Mangkurat yang mengadopsi model Rumah Banjar Gajah Manyusu


Perguruan Tinggi




Perguruan Tinggi Negeri (PTN)



Kota Banjarmasin dan Banjarbaru

  • Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari

  • Poltekkes Banjarmasin

  • Politeknik Negeri Banjarmasin (POLIBAN)

  • Universitas Lambung Mangkurat (ULM)

Kabupaten Tanah Laut

  • Politeknik Negeri Tanah Laut (POLITALA)


Perguruan Tinggi Swasta (PTS)



Kota Banjarmasin dan Banjarbaru


  • Akademik Bidan Bunga Kalimantan

  • Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari

  • Akademi Kebidanan Abdi Persada

  • Akademi Kebidanan Banjarbaru

  • Akademi Kebidanan Banua Bina Husada

  • Akademi Kebidanan Sari Mulia

  • Akademi Kebidanan YAPKESBI Banjarbaru

  • Akademi Keperawatan Pandan Harum

  • Akademi Keperawatan Kesehatan KODAM IX Mulawarman

  • Akademi Keperawatan Suaka Insan

  • Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi Citra Intan Persada Banjarmasin (ATRO)

  • Akademi Sekretaris dan Manajemen Indonesia Banjarmasin

  • Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin

  • Akademi Pariwisata Banjarmasin

  • Akademi Pariwisata Nasional Banjarmasin

  • Akademi Teknik Pembangunan Nasional

  • Akademi Teknologi Radiodiagnostik & Terapi Citra Intan Persada

  • Universitas Achmad Yani (UVAYA)

  • Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjary (UNISKA)

  • Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM)

  • Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Jami Banjarmasin

  • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Indonesia Banjarmasin

  • Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Banua

  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI)[27]

  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional (STIENAS)

  • Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIH SA)

  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Suaka Insan

  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cahaya Bangsa Banjarmasin

  • Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP PGRI) Banjarmasin

  • Politeknik Hasnur

  • Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin

  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Panca Setia Banjarmasin.

  • STMIK Banjarbaru


Kabupaten Banjar

  • Akademi Kebidanan Martapura

  • Akademi Keperawatan Intan Martapura

  • Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Martapura

Kabupaten Tanah Bumbu

  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Darul Azhar Batulicin
Kabupaten Tapin

  • Politeknik Islam Syekh Salman Al-Farisi Rantau
Kabupaten Kotabaru

  • Politeknik Kotabaru

  • STIT Darul Ulum Kotabaru

  • STKIP Paris Barantai Kotabaru

Kabupaten Hulu Sungai Tengah

  • Akademi Keperawatan Barabai

  • Akademi Manajemen Koperasi Barabai

Pesantren



Perekonomian


Tenaga kerja


Sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pada bulan Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20 persen tenaga kerja diserap sektor pertanian. Sektor perdagangan adalah sektor kedua terbesar dalam penyerapan tenaga kerja, yaitu sebesar 20,59 persen. Status pekerja di Kalimantan Selatan masih didominasi oleh pekerja yang bekerja di sektor informal. Pada Februari 2012 sebanyak 63,20 persen adalah pekerja di sektor informal. Sebagian besar dari pekerja tersebut berstatus berusaha sendiri (19,66 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap (18,92 persen) serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar (24,61 persen). Pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 36,80 persen yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan (33,35 persen) dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap (3,45 persen).[28]



Pertanian & Perkebunan


Hasil utama pertanian adalah padi, di samping jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Sedangkan buah-buahan terdiri dari jeruk, pepaya, pisang, durian, rambutan, kasturi dan langsat.[29] Untuk perkebunan adalah kelapa sawit.


Industri


Industri di Kalimantan Selatan didominasi oleh industri manufaktur mikro dan kecil, disusul oleh industri manufaktur besar dan sedang.[30] Sampai pada tahun 2010, jumlah unit usaha berjumlah 60.432 unit, meningkat 10,92% dibandingkan pada tahun 2009.[31]


Pertambangan


Pertambangan didominasi batu bara, di samping minyak bumi, emas, intan, kaloin, marmer, dan batu-batuan.[29]



Keuangan & Perbankan


Ditinjau kinerjanya pada tahun 2009, perbankan di Kalimantan Selatan mencatat pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebagai imbas krisis finansial global. Namun beberapa indikator masih mencatat pertumbuhan yang positif. Volume usaha perbankan (asset) Kalsel tumbuh 13,3% dari akhir tahun 2008 sehingga mencapai Rp21,24 triliun. Pertumbuhan asset ini terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit dan DPK.


Dana masyarakat yang dihimpun perbankan Kalsel pada akhir tahun 2009 mencapai Rp18,33 triliun atau tumbuh 13% (y-o-y). seluruh jenis rekening dalam bentuk giro, tabungan, maupun deposito menunjukkan pertumbuhan yang positif yakni masing-masing sebesar 10,51% (y-o-y), 17% (y-o-y), dan 5,86% (y-o-y).


Sementara itu dari sisi penyaluran kredit, pada akhir Desember 2009 jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp13,95 triliun atau tumbuh 16% (y-o-y). pertumbuhan kredit ini terutama ditopang oleh kredit konsumsi dan kredit investasi yang tumbuh cukup tinggi yakni sebesar 24,81% (y-o-y) dan 30,42% (y-o-y).


Dengan perkembangan tersebut, fungsi intermediasi perbankan yang dicerminkan oleh rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) pada tahun 2009 menunjukkan peningkatan yaitu dari 74% pada tahun 2008 menjadi 75,7%. Sementara itu, berkat kerja keras semua pihak yang berwenang, risiko kredit pada tahun 2009 terjaga pada level yang aman yakni dengan rasio NPL sebesar 2,14% lebih rendah dari rasio NPL pada akhir tahun 2008 yang mencapai 4,76%.[32]


Jumlah lembaga perbankan di Kalimantan Selatan terdiri dari 15 bank umum konvensional, 6 bank umum syariah, 24 bank perkreditan rakyat (BPR) serta 1 BPR Syariah, dengan jaringan sebanyak 196 kantor, dan dukungan 123 ATM.[29]


Pariwisata





Pasar Terapung di muara Sungai Kuin, Banjarmasin.


Sektor pariwisata merupakan peluang usaha yang potensial di Kalimantan Selatan karena banyak objek-objek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan, baik dari dalam negeri mau pun dari mancanegara.[33]


Kalimantan Selatan memiliki hampir semua jenis objek wisata alam seperti laut, pantai, danau, dan gunung. Selain itu pariwisata Kalimantan Selatan juga banyak menjual budayanya yang khas, seperti Festival Pasar Terapung, Festival Tanglong, dan lain-lain. Disamping wisata alam dan budaya, Kalimantan Selatan juga terkenal dengan wisata kulinernya.


Olahraga



Musik



Tarian tradisional



Secara garis besar seni tari dari Kalimantan Selatan adalah dari adat budaya etnis Banjar dan etnis Dayak. Tari Banjar berkembang sejak masa Kesultanan Banjar dan dipengaruhi oleh budaya Jawa dan Melayu, misalnya Tari Japin dan Tari Baksa Kembang


Rumah Adat



Rumat adat Kalimantan Selatan adalah Rumah Banjar dengan ikon utamanya adalah Bubungan Tinggi.


Makanan dan Minuman


Setiap kawasan di Kalimantan Selatan, memiliki makanan sebagai ciri-ciri khas daerah, seperti daerah Hulu Sungai Selatan dengan dodol dan ketupat khas kandangan-nya, Barabai dengan apam dan kacang jaruk, Amuntai dengan kuliner dari daging itik, Martapura dengan kelepon buntut, dan Binuang dengan olahan pisang sale yang disebut rimpi, Soto Banjar, Sate Itik, Nasi Kuning, dan lain-lain.


Seni dan Budaya




Gedung Sultan Suriansyah tempat pementasan budaya Kal-Sel.


Seni Karawitan



  • Sensapi (kecapi Dayak Deah)

  • Gamelan Banjar


  • Musik Panting (suku Banjar)


  • Musik Kangkurung/Kukurung/kengkulung (suku Dayak Bukit)

  • Musik Bumbung

  • Musik Kintung

  • Musik Kangkanong

  • Musik Salung

  • Musik Suling

  • Musik Bamban


  • Musik Masukkiri (suku Bugis)

Teater tradisional dan wayang





  • Mamanda (teater tradisional suku Banjar)


  • Lamut (suku Banjar)


  • Madihin (suku Banjar)


  • Wayang Kulit Banjar (suku Banjar)


  • Wayang Gung (wayang orang suku Banjar)


  • Balian(suku Dayak Bukit)


Tarian



Tarian suku Banjar


  • Baksa Kambang

  • Radap Rahayu

  • Kuda Gepang


  • Tarian suku Banjar lainnya

Tarian suku Dayak Bukit



  • Tari Tandik Balian

  • Tari Babangsai (tarian ritual, penari wanita)


  • Tari Kanjar (tarian ritual, penari pria)


Lagu


Lagu Daerah suku Banjar antara lain:


  • Ampar-ampar Pisang

  • Sapu Tangan Babuncu Ampat

  • Paris Barantai


  • Lagu daerah Banjar lainnya

Rumah Adat


  • Rumah Adat Suku Banjar disebut Rumah Bubungan Tinggi

  • Rumah Adat Suku Dayak Bukit disebut Balai

Pakaian Adat





Busana Pengantin Suku Banjar di Kalimantan Selatan.


Pakaian Pengantin Suku Banjar


  • Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut

  • Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari

  • Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan

  • Pangantin Babaju Kubaya Panjang

Pakaian Pemuda-pemudi


  • Pakaian Nanang


  • Galuh Banjar

Gedung dan Bangunan




Gedung Polda


Tempat Ibadah


Islam




Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Kota Banjarmasin




  • Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Kota Banjarmasin


  • Masjid Jami Banjarmasin, Kota Banjarmasin


  • Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Alalak, Kota Banjarmasin


  • Masjid Muhammadiyah Kelayan, Kota Banjarmasin


  • Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Alalak, Kota Banjarmasin


  • Masjid Agung Al-Karomah, Martapura, Kabupaten Banjar


  • Masjid Ba'angkat, Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan


  • Masjid Jami Sungai Banar, Amuntai, Hulu Sungai Utara


  • Masjid Keramat Banua Halat, Kabupaten Tapin


  • Masjid Pusaka Tabalong, Banua Lawas, Kabupaten Tabalong

Kristen Protestan

  • Gereja Eppata GKE Banjarmasin

  • Gereja Eben Ezer GKE Banjarmasin

Kristen Katolik

  • Gereja Katedral Keluarga Kudus Banjarmasin

  • Gereja Katolik Bunda Maria Banjarbaru

  • Gereja Katolik St Yohanes Pemandi Landasan Ulin

  • Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Veteran

  • Gereja Katolik Santa Perawan Maria Kelayan

  • Gereja Katolik St. Theresia Pelaihari

  • Gereja Katolik Stella Maris Sungai Danau

  • Gereja Katolik St. Vincentius a Paulo Batulicin

  • Gereja Katolik St. Yusuf Kotabaru

  • Gereja Katolik Ave Maria Tanjung

Hindu

  • Pura Jagatnata Banjarmasin



Budha

  • Vihara Dhammasoka Banjarmasin
Konghucu

  • Kelentheng Tua Pek Kong Banjarmasin

Rumah Sakit



Rumah Sakit Umum Daerah Ulin
Rumah Sakit Sari Mulya


Hotel


  • Hotel Banjarmasin Indonesia

  • Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin

  • Novotel Banjarmasin

Rujukan




  1. Feuilletau de Bruyn, W.K.H.; Bijdrage tot de kennis van de Afdeeling Hoeloe Soengai, (Zuider a Ooster Afdeeling van Borneo), 19--.

  2. Broersma, R.;Handel en Bedrijf in Zuiz Oost Borneo, S'Gravenhage, G. Naeff, 1927.

  3. Eisenberger, J.; Kroniek de Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo, Bandjermasin, Drukkerij Lim Hwat Sing, 1936.

  4. H.Mahmud, ; Banjaran

  5. Bondan, A.H.K.; Suluh Sedjarah Kalimantan, Padjar, Banjarmasin, 1953.

  6. Ras, J.J.; Hikajat Bandjar, A study in Malay Histiography, N.V. de Ned. Boeken, Steen Drukkerij van het H.L. Smits S'Graven hage, 1968.

  7. Heekeren, C. van.; Helen, Hazen en Honden Zuid Borneo 1942, Den Haag, 1969.

  8. Riwut, Tjilik; Kalimantan Memanggil, Penerbit Endang, Djakarta.

  9. Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.

  10. M. P. Lambut, Kalimantan Selatan (Indonesia). Inspektorat, Mewujudkan good governance di Kalimantan Selatan: kumpulan pikiran urang Banua, PT LKiS Pelangi Aksara, 2007, ISBN 979-3381-26-4, 9789793381268


Pranala luar



  • (Indonesia) Situs resmi pemerintah provinsi


  • (Indonesia) Peta Kalimantan Selatan


  • (Indonesia) Sejarah Banjar


  • (Indonesia) Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2007


  • (Indonesia) Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2006


  • (Indonesia) Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2005


  • (Indonesia) BUKU PROFIL PENATAAN RUANG PROPINSI KALIMANTAN SELATAN 2003


  • (Indonesia) Perda n0.9 tahun 2000


  • (Indonesia) Korem 101/Antasari


  • (Indonesia) Profil Demografi Kalsel


  • (Indonesia) Profil Ekonomi Kalsel


  • (Indonesia) Profil Wisata Kalsel


  • (Indonesia) Ekonomi Regional Kalsel


  • (Indonesia) Statistik Regional Kalsel

Referensi




  1. ^ http://kalsel.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/839


  2. ^ "Provinsin Kalimantan Selatan Dalam Angka 2016"


  3. ^ abAris Ananta, Evi Nurvidya Arifin, M. Sairi Hasbullah, Nur Budi Handayani, dan Agus Pramono (2015). Demography of Indonesia’s Ethnicity. Institute of Southeast Asian Studies dan BPS – Statistics Indonesia. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)


  4. ^ ab"Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Angka 2016". Diakses tanggal 2017-07-09. 


  5. ^ kalsel.bps.go.id Luas Wilayah Kalimantan Selatan menurut BPS


  6. ^ "Sensus Penduduk 2010". Diakses tanggal 2012-04-08. 


  7. ^ Buku
    Pintar Edisi 38



  8. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah;
    tidak ditemukan teks untuk ref bernama sukukalsel



  9. ^ http://multitree.org/codes/bjn-kua


  10. ^ http://multitree.org/codes/bjn-hul


  11. ^ http://multitree.org/codes/bvu


  12. ^ http://multitree.org/codes/mhy


  13. ^ http://multitree.org/codes/mhy-dus


  14. ^ http://www.antaranews.com/berita/433037/balai-bahasa-dokumentasikan-bahasa-dayak-halong


  15. ^ http://multitree.org/codes/mhy-sam


  16. ^ http://multitree.org/codes/dun


  17. ^ http://multitree.org/codes/lbx


  18. ^ https://folksofdayak.wordpress.com/2014/03/09/dayak-abal-sub-suku-dayak-yang-sudah-punah/


  19. ^ http://multitree.org/codes/bkr


  20. ^ (Indonesia) Hapip, Abdul Djebar (1984). Struktur bahasa Barangas. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 


  21. ^ http://thekopasid.blogspot.com/2014/04/bahasa-daerah-dayak-direkam-karena.html


  22. ^ http://gke-gerejakalimantanevangelis.blogspot.co.id/


  23. ^ "Jumlah Tempat Ibadah Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2009" (PDF). Diakses tanggal 2014-12-28. 


  24. ^ ab"Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-11. 


  25. ^ Silsilah Muhammad Yamani


  26. ^ Situs Resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan: Daftar Anggota DPRD Provinsi Kalsel 2014-2019 Terpilih, diakses 3 Juli 2017


  27. ^ [ http://www.stieindonesia-bjm.ac.id/ STIE Indonesia]


  28. ^ Keadaan Ketenagakerjaan Kalimantan Selatan Februari 2012. Badan Pusat Statistik Kalsel.


  29. ^ abcProvinsi Kalimantan Selatan - Ekonomi. Bank Sentral Republik Indonesia. Diakses pada 21 November 2012


  30. ^ Usaha Manufaktur Kalsel Naik 4,66 Persen. Radar Banjarmasin, 21 September 2012. Diakses pada 5 Oktober 2012


  31. ^ Laju Pertumbuhan Industri Tahun 2009-2010. BPS Kalsel. Diakses pada 5 Oktober 2012


  32. ^ Perbankan. www.kalselprov.go.id. Diakses pada 5 Oktober 2012


  33. ^ Daerah Wisata Potensial Kalimantan Selatan. www.indonesia.go.id. Diakses pada 19 September 2013


















Koordinat: 3°29′04″S 114°50′02″E / 3.48453156796°S 114.833782951°E / -3.48453156796; 114.833782951








Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kalimantan_Selatan&oldid=14852673"





Menu navigasi




























(window.RLQ=window.RLQ||[]).push(function()mw.config.set("wgPageParseReport":"limitreport":"cputime":"0.656","walltime":"0.939","ppvisitednodes":"value":3588,"limit":1000000,"ppgeneratednodes":"value":0,"limit":1500000,"postexpandincludesize":"value":112119,"limit":2097152,"templateargumentsize":"value":7041,"limit":2097152,"expansiondepth":"value":13,"limit":40,"expensivefunctioncount":"value":0,"limit":500,"unstrip-depth":"value":0,"limit":20,"unstrip-size":"value":16767,"limit":5000000,"entityaccesscount":"value":1,"limit":400,"timingprofile":["100.00% 544.405 1 -total"," 38.56% 209.923 6 Templat:Infobox"," 26.44% 143.945 1 Templat:Kotakinfo_provinsi"," 18.69% 101.738 3 Templat:Navbox"," 17.90% 97.459 1 Templat:Reflist"," 11.10% 60.406 1 Templat:Kalimantan"," 8.76% 47.668 2 Templat:Cite_book"," 8.57% 46.659 4 Templat:Kalimantan/Provinsi"," 7.88% 42.906 15 Templat:Utama"," 7.74% 42.139 1 Templat:Coord"],"scribunto":"limitreport-timeusage":"value":"0.160","limit":"10.000","limitreport-memusage":"value":3307887,"limit":52428800,"cachereport":"origin":"mw1266","timestamp":"20190314150331","ttl":2592000,"transientcontent":false);mw.config.set("wgBackendResponseTime":129,"wgHostname":"mw1327"););